Pernyataan Ketua DPP GERKATIN - Wilma Redjeki
Pelaksanaan Pekan Tuli Internasional (PTI) dan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) 2026
Halo, Kami ingin menyampaikan pengumuman penting dari Ketua World Federation of the Deaf (WFD) untuk komunitas Tuli di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, DPP GERKATIN menyampaikan informasi resmi mengenai dua kegiatan internasional yang akan dilaksanakan pada tahun 2026, yaitu Pekan Tuli Internasional (PTI) 2026, yang penyelenggaraannya dilaksanakan oleh GERKATIN. Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) 2026, yang penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo). Perlu diketahui bahwa Pekan Tuli Internasional (PTI) 2026 merupakan perayaan selama satu minggu yang berlangsung pada 21–27 September 2026. Dalam rangkaian tersebut, 23 September 2026 merupakan puncak perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusbisindo. Selain itu, perlu diketahui bahwa jadwal kedua kegiatan tersebut memuat tema yang berbeda untuk setiap harinya. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Terima kasih banyak.

Pekan Internasional Tuli 2026
(International Week of Deaf People 2026)
Tema Pekan Tuli Internasional 2026:
"Merayakan Identitas, Budaya dan Hak!"
(Declaring Deaf People's Human Rights)
21–27 September 2026
Tema ini menegaskan bahwa hak-hak Tuli adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hak asasi manusia. Pengakuan terhadap bahasa isyarat nasional, budaya Tuli, pendidikan yang inklusif, aksesibilitas, dan partisipasi penuh dalam masyarakat merupakan syarat penting untuk mewujudkan kesetaraan bagi orang Tuli di seluruh dunia.
Takarir Bahasa Indonesia:
Tema Pekan Internasional Tuli dan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026, yaitu “Mendeklarasikan Hak Asasi Manusia bagi Tuli”, merupakan sebuah ajakan untuk bertindak. Tema ini menekankan pentingnya pengakuan penuh, perlindungan, dan pemajuan hak-hak Tuli di seluruh dunia, agar tidak ada Tuli pun yang tertinggal. Tahun ini memiliki makna yang sangat penting karena menandai peringatan 75 tahun World Federation of The Deaf (WFD) serta 20 tahun Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CRPD). CRPD telah menjadi instrumen penting dalam advokasi, mendorong perubahan, membentuk kebijakan, serta memperkuat pengakuan terhadap bahasa isyarat nasional. Tonggak-tonggak ini tidak hanya merayakan puluhan tahun kemajuan, tetapi juga menunjukkan sejauh mana komunitas Tuli global telah berkembang dalam memperjuangkan hak-haknya. Saat kita memperingati momen ini, kita tidak hanya diajak untuk merayakan, tetapi juga untuk bertindak. Ini adalah waktu untuk secara aktif melakukan advokasi dan mempercepat terwujudnya hak asasi manusia bagi Tuli secara menyeluruh.
Tema Harian Pekan Internasional Tuli 2026
Senin, 21 September 2026
20 Tahun CRPD dan Bahasa Isyarat Nasional
Tahun 2026 menandai 20 tahun sejak lahirnya Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas PBB (CRPD). Momentum ini digunakan untuk merayakan pengakuan bahasa isyarat nasional sebagai bahasa yang setara dengan bahasa lainnya. Pengakuan tersebut bukan hanya simbolis, tetapi juga merupakan komitmen untuk memastikan hak asasi Tuli benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan utamanya adalah bahwa pengakuan bahasa isyarat harus diikuti dengan tindakan nyata dalam pendidikan, layanan publik, informasi, dan kehidupan sosial.
Rabu, 23 September 2026
Mendeklarasikan Hak Asasi Manusia untuk Tuli
Tema utama minggu ini menekankan perlunya menjadikan hak-hak Tuli nyata dan efektif dalam seluruh aspek kehidupan. Hal ini memerlukan:
-
Pengakuan hukum
-
Komitmen pemerintah
-
Implementasi nyata
-
Penggunaan bahasa isyarat nasional secara penuh
Hak asasi tidak cukup hanya ditulis dalam undang-undang. Hak tersebut harus dapat dirasakan oleh setiap Tuli dalam kehidupan sehari-hari.
Jumat, 25 September 2026
Tidak Ada Tentang Kami Tanpa Kami
(CRPD Pasal 4.3 dan 33)
Tuli harus menjadi pusat dalam setiap keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka. Organisasi Tuli memiliki peran penting dalam:
-
Membentuk kebijakan
-
Mengadvokasi hak-hak Tuli
-
Mewakili kebutuhan komunitas
Partisipasi yang bermakna menghasilkan kebijakan yang lebih kuat, lebih berkelanjutan, dan lebih sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat Tuli.
Selasa, 22 September 2026
Hak atas Pendidikan Multibahasa
yang Berkualitas dan Inklusif (CRPD Pasal 24)
Pendidikan merupakan hak dasar setiap manusia. Bagi peserta didik Tuli, akses terhadap pendidikan dalam bahasa isyarat nasional sangat penting untuk:
-
Perkembangan bahasa
-
Pembentukan identitas Tuli
-
Kesuksesan akademik
-
Partisipasi sosial
Pendidikan multibahasa yang menggabungkan bahasa isyarat nasional dan lingkungan belajar yang dipimpin oleh komunitas Tuli membantu memastikan tidak ada anak Tuli yang tertinggal.
Kamis, 24 September 2026
Tidak Ada Akses Tanpa Bahasa Isyarat Nasional (CRPD Pasal 9)
Aksesibilitas adalah hak asasi manusia. Namun bagi Tuli, aksesibilitas tidak mungkin tercapai tanpa bahasa isyarat nasional. Akses yang sesungguhnya mencakup:
-
Informasi publik dalam bahasa isyarat
-
Pelayanan pemerintah yang dapat diakses
-
Layanan kesehatan yang ramah Tuli
-
Komunikasi yang inklusif
Bahasa isyarat harus menjadi bagian inti dari setiap kebijakan aksesibilitas.
Sabtu, 26 September 2026
Budaya Tuli adalah Hak Asasi Manusia
(CRPD Pasal 30)
Komunitas Tuli merupakan komunitas bahasa dan budaya yang kaya serta beragam. CRPD mengakui pentingnya:
-
Menghormati budaya Tuli
-
Melindungi identitas Tuli
-
Mempromosikan bahasa isyarat
-
Menjaga keberagaman budaya
Mendukung bahasa isyarat berarti juga melindungi martabat manusia dan keberagaman budaya dunia.
Minggu, 27 September 2026
75 Tahun Hak Asasi Manusia dalam
Gerakan Tuli Dunia
Tahun 2026 juga menandai: 75 Tahun World Federation of the Deaf (WFD)
Didirikan pada tahun 1951, WFD dibangun atas keyakinan bahwa Tuli di seluruh dunia berhak menikmati hak asasi manusia secara penuh. Selama 75 tahun, WFD bersama 138 organisasi anggota nasional terus memperjuangkan:
-
Pengakuan bahasa isyarat nasional
-
Penguatan budaya Tuli
-
Kesetaraan hak
-
Partisipasi penuh orang Tuli dalam masyarakat
Pesan penutupnya sangat kuat: Hak Tuli adalah Hak Asasi Manusia. Perjuangan masih berlanjut sampai seluruh hak tersebut benar-benar terwujud di seluruh dunia.
