top of page

Webinar Kesehatan Mental untuk Tuli 2021


Pada awal tahun 2021 hampir satu tahun masa pandemik COVID-19, persisnya bulan Januari 2021 ada kasus 10 orang Tuli meninggal dunia. 3 Kasus orang Tuli bunuh diri dengan gantung diri, (2 orang perempuan dan 1 orang laki laki). 2 orang Tuli meninggal dunia karena COVID-19 dan yang lain karena sakit. Tiga kasus bunuh diri dalam waktu 1 bulan termasuk tinggi dan menunjukkan bahwa pencegahan dan penanggulangan kesehatan mental untuk Tuli Indonesia kurang diperhatikan selama ini.

Beberapa tahun yang lalu, Gerkatin baru mendapat pencerahan tentang kesehatan mental untuk Tuli yang sama sekali belum diperhatikan dalam dunia kesehatan di Indonesia. Tenaga ahli kesehatan Mental dari Inggris  bernama Herbert Klein pertama kali bertemu dengan Tuli dari Indonesia bernama Laura dan Surya waktu pertemuan WFD di Turki. Beliau baru tahu bahwa Indonesia itu sangat besar dan bervariasi budaya, Beliau berkomitmen untuk membantu Indonesia.

Beliau juga beberapa kali ke Indonesia untuk sosialisasi kesehatan mental khusus Tuli, termasuk ke kementerian Kesehatan RI, menemui psikiater dan psikolog yang mau memahami kesehatan mental Tuli. Namun masih kurang perhatian dari Pemerintah Indonesia, belum ada klinik khusus kesehatan mental Tuli. Di Indonesia juga ada teori tentang sifat Anak Tuli yang suka marah marah, padahal sifat pemarah bukan disebabkan oleh sifat alamiah, tetapi disebabkan oleh lingkungan yang tidak memihak dan mengimplementasikan hak hak Tuli untuk berekspresi/ mengutarakan isi hati Tuli. Anak Tuli tidak diperbolehkan untuk berisyarat alamiah, tidak ada bahasa, tidak ada wadah ungkapan isi hati yang akses.

Setelah adanya kasus bunuh diri yang baru  Gerkatin tergerak hati dan berusaha mencari solusi, minta bantuan ke Herbert yang siap membantu Indonesia dan juga minta bantuan kepada Disability Rights Fund.

Bulan Februari 2021, dengan bantuan DRF diadakan Webinar kesehatan mental selama 5 hari berturut turut, hari terakhir ada diskusi santai dalam rangka hari valentine, hari kasih saying.  Tema Webinar adalah “Cintailah dirimu”.

Hari pertama diisi oleh Bapak Herbert Klein, seorang Konsultan Kesehatan Mental Tuli independen asal Inggris dengan sub-tema “Pengantar tentang Kesehatan Mental untuk Tuli”.

Hari kedua dipresentasikan oleh Ibu Victoria Nelson, Psikoterapis Tuli dari Inggris, sub-tema “Bagaimana kita menghadapi Kesehatan Mental kita?

Hari ketiga: Ibu Adhesatya Ningsih Moodoeto, M.Psi., Psikolog Indonesia, sub-tema “Stress dan cara penanganannya”

Hari keempat: Ibu Hannah Whalley, Perawat Kesehatan Mental, seorang Tuli berasal dari Inggris, sub-tema “Bagaimana cara merawat diri?””

Hari kelima: Diskusi bebas

 

Jumlah peserta yang hadir di webinar tersebut rata-rata 90 orang.

 

Hasil Webinar cukup bermanfaat, dengan adanya pendirian tempat konsultasi untuk Tuli yaitu tempat  psikolog yang bisa berisyarat dan ada Juru bahasa isyarat yang siap bekerja membantu psikolog.

Harapannya: makin banyak perhatian dari Pemerintah, Guru, orang tua anak Tuli agar lebih memperhatikan hak hak berekspresi  pada warga Tuli dan member fasilitas sarana dan prasarana yang akses untuk disabilitas Tuli.

4 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comentarios


bottom of page